A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u5588129/public_html/bidtangkap-dpkpklu.lombokutarakab.go.id/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u5588129/public_html/bidtangkap-dpkpklu.lombokutarakab.go.id/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u5588129/public_html/bidtangkap-dpkpklu.lombokutarakab.go.id/index.php
Line: 315
Function: require_once

DPKP Kabupaten Lombok Utara

Baca Berita

Menteri Susi: Enggak Boleh Lagi Ngebom, Ikan Habis, Karang Hancur

10 Mei 2019 10:47:01

Image Menteri Susi: Enggak Boleh Lagi Ngebom, Ikan Habis, Karang Hancur



Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap mahasiswa jurusan kelautan dan perikanan turut berkontribusi memberikan pemahaman kepada nelayan tradisional mengenai pentingnya menjaga laut dari kerusakan. Ia menekankan, pemahaman ini penting setelah pemerintah menggalakkan pemberantasan pencurian ikan. Kebijakan ini membuat 10.000 kapal nelayan asing keluar dari perairan Indonesia. Akan tetapi, masih ada nelayan tradisional yang menangkap ikan menggunakan metode tidak ramah lingkungan. "Kasih tahu kawan-kawan, bapak-bapak, dan paman-paman kalian, enggak boleh lagi ngebom. Itu ikan kita habis, karang kita hancur," ujar Susi di sela kunjungan kerjanya ke Papua, seperti dikutip dari siaran pers resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (20/3/2018).

Susi mengatakan, mahasiswa merupakan salah satu agen perubahan. Seharusnya, mahasiswa aktif melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada nelayan yang belum memiliki wawasan mengenai prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan kelautan dan perikanan di Indonesia. "Kata orang, kalau kita punya ilmu, tetapi enggak ditularkan, itu seperti pohon yang tidak berbuah. Kalian sudah dapat ilmu itu harus ditularkan kepada orang lain," lanjut Susi. Persoalan kebersihan laut juga wajib menjadi perhatian. Susi menyatakan prihatin saat melakukan kunjungan ke sejumlah pelabuhan nelayan di Indonesia dan melihat sampah berserakan di mana-mana.

Susi menyebutkan, Indonesia saat ini menjadi negara kedua penyumbang sampah laut terbesar di dunia.  Ia pun mengajak mahasiswa jurusan kelautan dan perikanan untuk mulai melakukan sesuatu terhadap persoalan tersebut. "Kita mulai budaya, plastik tidak boleh dibuang sembarangan, apalagi ke sungai atau ke lautan. Kita ini sudah menjadi negara kedua penyumbang sampah laut terbesar di dunia. Nanti suatu hari jangan sampai lebih banyak plastik daripada ikan di laut kita," ujar Susi.